Buku: Menghilang, menemukan diri sejati

Bagian: Memperkaya Perspektif, Memahami Diri, Menemukan "Kunci" : Pengantar Penulis

  • Mukhayaar : status manusia sebagai makhluk terpilih yg bisa memilih.
  • Mukallaf : manusia adalah makhluk yg mendapat amanat dan tanggung jawab. Baik amanat sebagai hamba-Nya maupun sebagai khalifah-Nya.
  • Fatalistik : pandangan yang melihat manusia sepenuhnya telah ditetapkan Allah, apakah tergolong ashabul-yamin atau ashabusy-syimal. Manusia hanya menjalankan cetak biru kehidupannya dari Allah.
  • Behavioristik-konstruktivistik : pandangan yg melihat manusia lahir dalam keadaan netral. Manusia tidak memiliki bakat asal yg melekat dalam dirinya untuk menjadi manusia baik atau buruk. Kebaikan dan keburukan merupakan pengaruh dari luar: pendidikan dan lingkungan.
  • Humanistik : pandangan yg melihat manusia memiliki karakter bawaan yg sifatnya positif dan baik. Manusia hakikatnya cenderung kepada pengetahuan, cinta, dan komitmen kepada Allah. Distraksi-distraksi dari lingkungan, cara berpikir, dan idola-idola yg tidak tepat yg membuat potensi dasar (sifat dasar) manusia menyimpang.
  • Dualistik : manusia lahir dalam keadaan mempunyai dua sifat sekaligus. Tidak hanya memiliki sifat baik, namun juga sifat buruk secara bersamaan.
Bagian 1: Aku berpikir, maka aku ada
  • Rene Descartes disebut sebagai Bapak Filsafat Modern karena gagasan terbesarnya, yaitu mencari kebenaran dengan memasukkan logika matematika dalam filsafat.
  • Prinsip hidup Descartes: I desire to live in peace and to continue the life I have begun under the motto, "To live well, you must live unseen." Masked, I advance.
  • Arti: Aku mendambakan hidup dalam kedamaian dan melanjutkan kehidupan yang telah kumulai dengan moto, "Untuk hidup dengan baik, kamu harus hidup tanpa terlihat (tidak menonjol)." Dengan menyembunyikan jati diriku, aku terus melangkah maju.
  • To live without philosophizing is in truth the same as keeping the eyes closed without attempting to open them - Hidup tanpa berfilsafat itu sama dengan terus menerus menutup mata tanpa berusaha membukanya.
  • Apa pun yg kita biasakan akan membentuk karakter kita - Imam Al-Ghazali
  • Kebiasaan lama-lama akan terinternalisasi dan berpengaruh pada struktur diri, bahkan DNA - Psikologi.
  • Rumus pertama untuk berfilsafat menurut Descartes: Dubium sapientiae initium (doubt is the origin of wisdom) - Meragukan adalah sumber kebijaksanaan.
  • Hidup yg tidak diuji adalah hidup yg tidak ada artinya - Descartes
  • Empat aturan berpikir menurut Descartes: Pertama, jangan percaya apa pun sampai terbukti kebenarannya. Kedua, analisislah setiap masalah dengan memilah semua bagiannya. Ketiga, melacak kemungkinan-kemungkinannya. Keempat, temukan solusi step by step mulai dari yg paling mudah sampai yg paling sukar.
  • Rasionalisme adalah pengetahuan yg bisa dipercaya, yaitu pengetahuan yg bersumber dari rasio atau akal. Ini aliran filsafat Descartes.
  • Gagasan Aristoteles: sumber pengetahuan adalah realitas yg hanya bisa diuji oleh pancaindra (pengetahuan empiris).
  • Descartes: If you would be a real seeker after truth, it is necessary that at least once in your life you doubt, as far as possible, all things - Kalau kamu ingin menjadi pencari kebenaran sejati, maka seharusnya setidaknya sekali dalam hidupmu, kamu ragukan segala sesuatu sejauh kamu mampu.
  • Mengejar kebenaran dengan bekal akal berdasarkan argumen Descartes: 
  • Pertama, The Dream Argument menyatakan bahwa semua hal harus diragukan, termasuk hal yg paling nyata secara dasar, yaitu hidup ini sendiri, hidup ini sebenernya nyata atau tidak?. Dasar argumen ini adalah adanya mimpi. 
  • Kedua, Deceiving God Argument and Evil-demon Argument menyatakan bahwa kita semua pada dasarnya percaya adanya Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengan kekuasaan-Nya, Tuhan bisa membuat kita tertipu. Bahkan dalam pengetahuan-pengetahuan matematis yg sangat jelas, kita masih mungkin keliru. Dan setan bisa menggelincirkan manusia, yg benar yg nyata bisa menjadi seolah-olah baik atau seolah-olah jelek dan fiktif. Maksudnya adalah Allah bisa saja membolak-balikkan pandangan kita atau setan bisa menggelincirkan kita. Jadi tidak ada jaminan jika yg kita anggap nyata atau benar hari ini sudah pasti nyata atau benar.
  • Ketiga, I think therefore I am (Cogito ergo sum) - Aku berpikir, maka aku ada. Menurut Descartes, ketika kita meragukan segalanya, baik dunia materil maupun spiritual - niscaya kita akan sampai pada titik bahwa ada sesuatu yg bisa dipercaya. Dan itu adalah hal yg paling mendasar, yaitu kita yg sedang meragukan segalanya. Inilah yg pasti benar: I think, I doubt. Aku yg berpikir, aku yg meragukan. Ketika ada yg berpikir tentang Tuhan, atau berpikir tentang mimpi, berarti ada yg sedang berpikir, maka berarti "aku yg berpikir". Ini pasti ada karena "pemikiran" itu ada, maka "aku yg berpikir" juga pasti ada.
  • Kemampuan berpikir manusia menurut Descartes adalah gagasan bawaan atau innate ideas (fitrah).
  • Kemampuan berpikir manusia punya implikasi yang juga bersifat bawaan, yaitu keluasan dan Tuhan.
  • Keluasan adalah dunia materi yang bisa ditangkap oleh akal seperti matahari, laut, gunung, dan sebagainya. Disebut keluasan karena dunia materi itu bisa ditangkap dengan aktivitas berpikir meluas. Argumen realitas (keberadaan) materi adalah kuantitas.
  • Untuk apa manusia perlu menemukan kebenaran? Agar menjadi lebih sempurna. Ketika pikiran manusia semakin berkembang, manusia menjadi lebih sempurna dari sebelumnya. Meski demikian, manusia tidak bisa menjadi benar-benar menjadi sempurna, sebab manusia adalah makhluk yg terbatas. Namun secara logika, menurut Descartes, puncak kesempurnaan itu pasti ada, yaitu Tuhan.
  • Ringkasnya ada tiga hal yg pasti dalam kehidupan ini: res cogitas (berpikir), res extensa (keluasan berpikir), dan God (Tuhan). Descartes menyebut tiga hal ini sebagai substansi. Ketiganya merupakan innate ideas.
  • Argumen ontologis adalah cara membuktikan Tuhan dengan menggunakan dasar logika saja, dimana kesimpulannya Tuhan pasti ada.
  • Gagasan Dualisme Rene Descartes:  manusia punya dua unsur sekaligus: res extensa (materi/tubuh/jasmani) dan res cogitans (pikiran sadar/mental/ruhani). Keduanya punya hukumnya sendiri. 
  • Hukum-hukum mekanis pada materi bisa disebut sebagai sunnatullah, dan yang mengendalikan materi (khusus manusia) adalah dimensi jiwanya (mind/akal).
  • Menurut Descartes, ada 6 nafsu yang harus ditaklukan agar bisa mengontrol badan secara sehat: sangat suka atau cinta, sangat tidak suka atau benci, kekaguman, penuh gairah, terlalu semangat, dan terlalu gembira atau terlalu sedih.
  • Interaksi kerja otak dengan akal: dari panca indera dikirim ke otak lalu dilanjutkan ke akal melalui transmitter yang berada di tengah otak bernama pineal gland.
  • Etika Cartesian: menurut Descartes, untuk menentukan baik dan buruk, ada empat dasar yg harus dijadikan pijakan, yaitu eksistensi Tuhan; kedudukan manusia di alam semesta; dualisme tubuh dan jiwa; dan free will, kehendak bebas.
  • Rumus untuk menemukan kebenaran: pertama, akal bisa menemukan kebenaran tetapi harus dilengkapi rumus kedua, di mana akal butuh bahan (pengetahuan) untuk mengambil keputusan. Rumus ketiga, kerja akal tergantung kondisi mental. Rumus keempat, kondisi atau situasi mental banyak berhubungan dengan kondisi materi atau kondisi tubuh/fisik.
  • Teori Socrates: ketika wawasan seseorang luas, dia punya banyak bahan pertimbangan. Dengan begitu dia bisa mengerti mana yang baik atau mana yang benar.
  • Fenomena Psikosomatis menurut Descartes: penyakit yang muncul dari pikiran dan berpengaruh kepada tubuh. Penyakit itu akan kembali dari tubuh, lalu masuk ke dalam pikiran. Peristiwa timbalik balik antara jasmani dan ruhani.
  • Afala ta'qilun (apakah kamu tidak berakal), afala tatafakkarun (apakah kamu tidak berpikir), afala yatadabbarun (apakah mereka tidak merenung).
  • Hikmah pemikiran Descartes: pertama, "It is not enough to have a good mind; the main thing is to use it well". Maksudnya, asal kita waras, maka akal kita sehat, hanya saja akal sehat saja itu tidak penting. Yang penting adalah akal kita itu digunakan atau tidak.
  • Hikmah pemikiran Descartes: kedua, "The greatest minds are capable of the greatest vices as well as of the greatest virtues" artinya orang paling pintar adalah yg paling bisa mrlahirkan kejahatan yg paling jahat atau kebaikan yg paling baik.
  • To know what people really think, pay attention to what they do, rather than what they say - Jika ingin tahu apa yg dipikirkan orang-orang, jangan melihat apa yg mereka katakan, tetapi lihatlah apa yg mereka lakukan.
  • You just keep pushing. You just keep pushing. I made every mistake that could be made. But I just kept pushing. - Ayo, terus maju. Kadang-kadang aku membuat kesalahan, tetapu aku terus maju.
  • Whenever anyone has offended me, I try to raise my soul so high that the offense cannot reach it. - Bila ada orang yg menyerangku, aku akan naik setinggi mungkin sehingga dia tidak akan bisa menjangkauku.
  • Any community that gets its laughs by pretending to be idiots will eventualky be flooded by actual idiots who mistakenly believe that they're in good company.
  • We do not describe the world we see, wee see the world we can describe.